Saya sering sekali melihat orang-orang yang cerita dengan berbinar dan bahagia, karena pengajuan kreditnya disebuah bank disetujui. Mereka begitu Sumringah, seolah impian-impian mereka akan segera terwujud, sering pula mendengar kalimat seperti ini :  “Alhamdulillah .. Pengajuan Pinjaman Bank saya di setujui, Bunga kecil lagi..”

Bayangan usaha akan segera dapat suntikan dana baru. Mobil idaman segera parkir di garasi. Atau rumah yang diimpikan akan segera bisa ditempati.

Kredit bank riba dianggap sebuah anugerah, sebuah jalan mewujudkan impian dan cita-cita

Mereka tidak tahu, bahwa riba tersebut justru menanti untuk menghancurkan kehidupannya. Menunggu untuk merenggut kebahagiaan keluarganya. Menunggu untuk menghabiskan segala yang dimilikinya:sob:

Banyak orang mengira, bahwa dengan riba ini, mereka akan sukses, mereka akan berhasil.

Saudaraku,
Saya dan jutaan orang lain yang terjerat riba, pernah merasakan betul, bagaiman riba bukan hanya tentang utang, yang menggadaikan sertifikat.

Riba terbukti tidak hanya menggadaikan harta kita, tapi kita sedang menggadaikan hidup kita, menggadaikan keluarga kita, bahkan menggadaikan akhirat kita.

Banyak orang yang tidak menyadari, bahwa kesulitan hidup yang dialaminya itu adalah akibat riba. Bahwa keluarga yang berantakan itu karena riba. Bahwa anak yang suka membantah dan melawan orang tua itu, karena kita kasih makan dengan hasil riba.

Kesuksesan dunia karena riba, percayalah, akan ada masanya berakhir dan berganti dengan penderitaan panjang. Sehingga, jika hari ini anda bertemu orang yang membanggakan bahwa dengan riba dia bisa kaya raya, lihat dan buktikan, ada masa dimana dia nanti akan direndahkan oleh Alloh serendah-rendahnya

Saudaraku, yang hari ini masih terlilit riba.
Jika engkau ingin segera lunas utang, maka tidak ada jalan lain, melainkan yang pertama kau lakukan adalah taubat riba selamanya.
Kalaupun belum lunas, maka bertahanlah untuk tidak mengambil lagi

Alloh hanya akan menolong hambaNYA yang mau bertaubat. Sementara manusia banyak yang berpikir, saya akan bertaubat kalau Alloh sudah menolong saya.

Ini adalah kesesatan pikir yang banyak dilakukan oleh orang-orang. Bertaubatlah baru Alloh menolong. Tetapi manusia maunya, Tolong dulu, baru aku mau bertaubat.

Seperti didalam kemuliaan sedekah. Banyak orang yang berpikir, Saya mau sedekah, tapi nanti kalau sudah kaya.

Sementara Alloh yang berjanji, kalau kau mau sedekah, maka kau akan mendapatkan balasan berlipat ganda.

Saudaraku,
Bertaubatlah, agar Alloh mau menolongmu.
Kemudian, selamatkan keluargamu.
Lalu Alloh yang akan menyelamatkan ekonomimu.

0 Komentar