FAQ (Frequently Asked Questions) atau pertanyaan yang sering ditanyakan dalam properti syariah. Silakan baca halaman ini jika Anda memiliki pertanyaan. Bila jawabannya tidak tersedia di sini silakan langsung tanyakan kepada kami.

Apa yang dimaksud KPR Syariah ?

KPR Syariah adalah pinjaman KPR yang diberikan sesuai prinsip syariah. Salah satu keuntungan KPR Syariah adalah jumlah cicilan KPR tetap sampai dengan akhir masa pinjaman. Ini berbeda dengan KPR konvensional yang mana jumlah cicilan bisa naik atau turun seiring dengan perubahan bunga kredit.

Selengkapnya di https://id.wikipedia.org/wiki/Kredit_pemilikan_rumah#KPR_Syariah

Mulai dari harga berapa perumahan yang di pasarkan?

Harga rumah yang kita pasarkan mulai dari harga 200 Juta-an sampai dengan harga 2 Milyara-an.

Bisa dijelaskan lebih detail lagi dan apa saja kelebihan properti syariah?

Berikut ini beberapa ciri khas properti syariah yang mungkin sudah Anda sering lihat hashtagnya:

#Tanpa Bank
Akad hanya terjadi antara Anda sebagai pembeli dan Developer sebagai penjual. Developer tidak mengajak pihak perbankan untuk terlibat dalam akad jual beli tersebut, kecuali hanya dalam media pembayaran.

#Tanpa Bunga
Tidak seperti KPR bank konvensional yang jumlah cicilannya bisa berubah-ubah secara tidak pasti seiring waktu berjalan, pada KPR Syariah tanpa bank, jumlah harga total sudah akan muncul pada akad di awal dan tidak akan berubah hingga akhir sehingga pembeli dan penjual sudah sepakat dengan harga tersebut. Cicilan biasanya flat setiap bulan sampai akhir, tapi hal itu pun seringkali bisa didiskusikan dengan developer, karena yang penting harga total sudah disepakati, untuk pola pembayarannya boleh menyesuaikan sesuai persetujuan kedua belah pihak.

#Tanpa Denda
Pada sistem KPR dengan bank, jika Anda terlambat membayar cicilan Anda akan dikenai denda. Selain itu memberatkan Anda, itu juga menyalahi aturan islam karena adanya pembayaran tambahan melebihi ‘hutang’ yang belum terbayarkan. Itu adalah riba. Pada KPR Syariah, insya Allah setiap developer mempunyai kebijakannya masing-masing dan tidak akan memberikan denda, yang tentunya lebih meringankan beban pembeli. Bisa seperti pemberian peringatan sebagai pengingat komitmen bayar hutang, reschedule pembayaran, atau yang lainnya.

#Tanpa Sita
Jika di tengah jalan Anda tidak sanggup membayar cicilan, maka Developer insya Allah tidak akan melakukan penyitaan. Karena pembeli yang sudah membayar DP dan menandatangani akad, sudah memiliki hak rumah 100%. Solusi akan didiskusikan bersama, atau bisa jadi sudah tertuang di akad awal.

#Tanpa Akad Bathil
Akad dalam jual beli harus dilakukan dengan jelas, tidak boleh ada 2 akad atau lebih dalam 1 transaksi, sehingga kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan. Akad yang digunakan antara pembeli dan developer umumnya adalah akad jual beli istishna (jika rumah indent atau unit rumah belum tersedia), atau dengan akad jual beli kredit jika unit rumah sudah tersedia.

#Tanpa BI Checking
Karena tidak mengajak pihak perbankan dalam akad jual beli, maka tidak ada BI Checking. Setiap developer memiliki caranya sendiri untuk verifikasi kemampuan pembeli dalam membeli properti, di mana cara-cara tersebut cenderung lebih simpel dan memudahkan pembeli. Sehingga semua kalangan masyarakat tidak perlu takut dengan proses BI Checking. Pedagang, karyawan, pengusaha kelas menengah dan bawah, orang berpenghasilan tidak tetap, selama Anda merasa sanggup untuk membayar unit sampai akhir sesuai kesepakatan dan developer merasa yakin dengan Anda, semua bisa didiskusikan.

Apa syarat utama untuk bisa membeli rumah atau tanah dengan sistem syariah?

Syaratnya sangat sederhana, Anda memiliki kemampuan untuk membayar dan niat yang benar. Developer biasanya akan meminta kelengkapan data dan survey untuk memverifikasi pembeli, tapi mayoritas tidak menggunakan BI Checking melainkan melihat kelengkapan data yang diberikan dan cara lain seperti wawancara dan survey, yang insya Allah tidak menyulitkan.

Apa saja tahapan yang harus dilalui jika saya berminat membeli rumah dengan KPR Syariah?

1. SURVEI LOKASI
>Pertama-tama Anda baiknya melakukan Survey ke lokasi rumah yang Anda Inginkan bersama Sales Executive perwakilan Developer agar dijelaskan secara jelas & detail keunggulan rumah.

2. BOOKING
>Nah jika Anda tertarik dengan Rumah serta mengetahui keunggulan & kekurangannya setelah menerima penjelasan detail dari Sales Executive perwakilan Developer maka selanjutnya Anda bisa langsung BOOKING Fee. Dan enaknya uang Anda akan kembali 100% bila tidak jadi beli.

3. KUMPULKAN & KIRIM DATA
> Jika sudah BOOKING Fee maka Anda harus melengkapi persyaratan yang telah ditentukan serta persyaratannya pastinya sangat mudah salah satunya Tanpa BI Checking.

4. INTERVIEW & VERIFIKASI
> Seminggu kemudian Anda akan bertemu dengan Pihak Developer langsung untuk proses interview & verifikasi.

5 AKAD & JUAL BELI
> Setelah sudah terjadi kesepakatan antara Anda dan Pihak Developer maka akan langsung dilakukan proses Akad Jual Beli.

6. Pembayaran DP dan Cicilan
> Akad Jual Beli beres Anda bisa langsung membayarkan DP & Cicilan sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati.

7. Serah Terima Bangunan
> DP lunas maka kepemilikan rumah sudah sah seutuhnya menjadi milik Anda.

8. Miliki Rumah Anda
> DP & Cicilan Anda sudah lunas maka anda sudah berhak mendapatkan PPJB/AJB, Sertifikat SHM & IMB.

Berapa DP Perumahan Syariah ?

DP sangat bervariasi, umumnya sekitar 30%, sebagian besar bisa dicicil dengan jumlah cicilan yang bervariasi dan sesuai kesepakatan. Besar DP ini sebenarnya sesuai pasaran umum perumahan. Umumnya tidak ada biaya-biaya tambahan lain selain yang ada pada brosur, seperti biaya provisi, dana mengendap di rekening, biaya kredit perbankan, administrasi dan sebagainya. Berbeda dengan beberapa perumahan lain yang seolah murah, tetapi ternyata banyak biaya tambahan di luar yang tertulis di brosur.

Kenapa harga Cash dan KPR beda ya, katanya syariah?

Harga cash dan KPR secara hukum syara diperbolehkan, bisa dicek ke pendapat para ulama. Memang ada pendapat lain tapi menurut kami pendapat ini yang kuat. Yang tidak diperbolehkan adalah adanya penambahan nilai setelah disepakati harga pada akad, misalnya karena denda dan suku bunga.

Tapi tidak semua developer membuat harganya berbeda. Ada juga yang cash dan KPR memiliki nilai total yang sama, walaupun memang cukup sedikit.

Untuk harga cash, boleh dicicil berapa lama?

Berbeda tergantung kebijakan developer. Ada yang 3 bulan ada juga yang sampai 12 bulan. Bahkan ada juga (walaupun sangat jarang) yang KPR bertahun-tahun pun harganya sama seperti cash.

Mengapa harga kavling di dalam komplek lebih mahal daripada tanah diluar komplek?

Karena dengan membeli kavling di dalam komplek perumahan sudah termasuk membeli segala fasilitasnya, termasuk taman, musholla, jalan, dan fasilitas sosial yang lain. Bahkan dengan membeli rumah ini, investasi Anda sudah termasuk :

  1. Harga jual rumah yang terus meroket, karena anda berada pada sebuah kawasan yang sudah tertata dengan perencanaan yang rapi.
  2. Mendapatkan fasilitas umum yang sesuai.
  3. Akad syariah, ini ikhtiar kita bersama dalam untuk mendapatkan keberkahan dunia dan akhirat

Bila terjadi gagal bayar, bagaimana sistemnya? Apakah rumah akan disita?

Harus bapak/ibu ketahui, bahwa akad kita adalah akad syar’i dan menerapkan konsep 100% syariah. Dimana denda dan sita unit merupakan salah satu yang tidak sesuai dengan konsep syariah, maka kami tidak melakukan hal tersebut. Adapun jika bapak/ibu tidak sanggup lagi melanjutkan cicilan maka ada 2 opsi yang akan kami lakukan, yaitu :

  • Membeli kembali dengan harga pasar, kemudian setelah uang pembelian itu bapak/ibu sudah terima maka bapak/ibu harus membayar sisa hutang bapak/ibu kepada developer.
  • Di jual ke pihak ke 3, kemudian jika ada kelebihan dari sisa penjualan tersebut maka uang tersebut adalah milik bapak/ibu.

Sebagai contoh, bila rumah yang dijual laku seharga 300 juta, sedangkan hutang kepada developer hanya 100 juta, maka selisihnya yaitu 200 juta akan dikembalikan kepada Anda. Sehingga Anda tidak akan dirugikan dan tidak ada riba di sini.

Mengapa rumah syariah lebih mahal dibandingkan KPR konvensional ?

Apa Anda yakin rumah syariah lebih mahal? Belum ada bank konvensional yg bisa memastikan nilai akhir dari KPR rumah, sedangkan pada rumah dengan sistem syariah nilai total sudah disebutkan di akad. Sehingga nilai tersebut sangat mungkin justru lebih murah.

Bagaimana dengan agunan atau jaminan barang?

Agunan umumnya tidak dipersyaratkan di awal. Hukum agunan dalam muamalah islam adalah mubah, dan sudah diantisipasi oleh developer masing-masing. Biasanya ada beberapa pilihan agunan, bisa berupa barang atau personal. Ini bisa didiskusikan dan disepakati sebelum akad. Sebagian berpendapat bahwa sertifikat rumah yang dikreditkan tidak boleh dijadikan agunan walaupun memang ada perbedaan pendapat.

Apakah sertifikat akan langsung diberikan kepada pembeli walaupun menggunakan sistem kredit?

Benar, setelah sertifikat selesai proses pemecahannya akan diberikan kepada pembeli. Setiap developer bisa berbeda, silakan dipastikan terlebih dahulu.

Jika sertifikat tidak ditahan apakah tidak merugikan Developer?

Developer sudah mengantisipasinya dengan caranya masing-masing, umumnya akan ada permintaan jaminan pengganti. Bisa itu berupa sertifikat tanah lain, BPKB kendaraan, atau yang lain. Semuanya Insya Allah akan dijelaskan oleh developer sebelum Anda fix membeli unit.

Apakah perumahan syariah tidak menggunakan asuransi?

Insya Allah tidak, menurut sebagian besar developer sejauh yang bisa ditinjau, asuransi yang ada saat ini meski syariah sekalipun belum ditemukan ada yang murni syariah. Tapi tidak menutup kemungkinan ada developer yang memberlakukannya.

Kalau saya beli tanahnya saja, saya boleh desain sendiri?

Ada yang boleh ada yang tidak, tergantung kebijakan developer.

Bagaimana skema pembangunannya?

  1. Untuk unit yang ready stock/siap huni, umumnya setelah DP lunas rumah bisa langsung ditempati.
  2. Untuk unit indent, kita menggunakan akad pesan bangun/akad istishna. Rata-rata untuk serah terima bangunan disesuaikan dengan skema bayar, jika skema bayar cash hanya sekitar 3 bulan, untuk skema bayar KPR  atau kredit  umumnya 8-24 bulan. Bisa juga lebih cepat misalkan beberapa bulan setelah DP lunas.

Kapan mulai dibangun rumah saya?

Rumah umumnya dibangun bila DP sudah lunas atau sesuai perjanjian lainnya. Lama pembangunannya berbeda-beda tiap rumah, umumnya sekitar 3-7 bulan. Silakan diskusikan dengan developer yang bersangkutan.

Pilih syariah atau konvensional?

Dalam perkembangannya saat ini masyarakat pelan –pelan sudah mulai beralih dari rumah konvensional ke rumah syariah. Masyarakat mulai sadar akan bahaya dan dosa besarnya riba. Namun, beberapa masih bertanya – tanya, apa bedanya rumah  syariah dan rumah konvensional. Perbedaan ini dapat dilihat dari proses jual belinya, atau yang biasa disebut dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Lalu apa yang membedakan KPR Syariah dan KPR Konvensional

Berikut ini beberapa poin yang membedakan KPR Konvensional dan KPR Syariah:

📝 KPR Konvensional
• Syarat dan ketentuan ditetapkan bank pemberi kredit
• Suku bunga disesuaikan dengan naik-turunnya BI rate atau kebijakan bank
• Apabila konsumen terlambat atau menunggak pembayaran akan dikenakan sanksi berupa denda
• Tenor berkisar 5 – 25 tahun

📝 KPR Syariah 
• Menggunakan prinsip akad Murabahah (jual-beli)
• Tidak mengenal sistem bunga sehingga cicilan tetap selama masa tenor
• Jika konsumen terlambat atau menunggak pembayaran, tidak akan didenda
• Tenor berkisar 5 – 15 tahun

Terlihat jelas bukan perbedaannya???
Jadi mau tetap memilih perumahan konvensional atau perumahan syariah?

—Dalam proses pembelian rumah syariah juga bisa dibilang sistemnya mudah dan tidak rumit. Alurnya sederhana.
Jika sudah menentukan perumahan syariah mana yang menjadi impian anda, anda tinggal melakukan survei ke lokasi ditemani oleh sales marketing yang sudah disiapkan untuk membantu memenuhi informasi yang anda butuhkan. Setelahnya anda dapat menentukan unit mana yang anda pilih untuk menjadi hunian anda dan kemudian booking unitnya. Proses selanjutnya adalah verifikasi data dengan developer. Jika semua sudah beres, proses terakhir adalah akad. Dan kewajiban anda selanjutnya adalah melakukan pembayaran sesuai dengan kesepakatan ketika akad. Mudah sekali!